sponsor

sponsor

Slider

Video

Regulasi

Galeri

Inspirasi

Berita

Inovasi

Produk Warga

» » Kerajinan Kepek/Kisa/Krusu Nusawungu

Ini adalah kerajinan kepek jago, produk kerajinan rakyat dari Desa Nusawungu yang terletak di Kec.Nusawungu kecamatan paling timur di Kabupaten Cilacap. Usaha kerajinan ini sudah ditekuni warga Nusawungu lebih dari 20 tahun yang lalu. Kerajinan ini terbuat dari bambu untuk rangkanya, penjalin (rotan) untuk bahan anyamannya dan kayu pigura yang dibentuk persegi sebagai alasnya. Seiring berjalannya waktu, bahan anyamannya semakin bervariasi mulai dari limbah tali plastik, fiber padat dan fiber berlubang. Untuk bentuk dan motifnya awalnya masih sederhana, sekarang ini terdapat dua macam bentuk yakni bentuk untuk ayam jago kampung dan ayam jago Bangkok yang perbedaannya terletak pada bagian ujung depan. Sedangkan untuk motif bervariasi, sangat banyak tergantung dari kreatifitas dari pengrajinnya.

Harga produk kerajinan ini bervariasi tergantung bentuk, motif dan bahan anyamannya. Untuk bahan plastik berkisar Rp. 22500 – 25.000/buah. Sedang untuk bahan penjalin Rp.30.00 – 40.000/buah. Untuk bahan fiber Rp.50.000 – 100.000 tergantung fiber berlubang atau fiber padat. Untuk kepek yang terbuat dari fiber padat pada awal kemunculannya pernah mencapai Rp. 250.000/buah. Kerajinan ini dipasarkan setiap hari pasaran pasaran Rabu dan Sabtu di Pasar Sumpiuh Kab. Banyumas yang berjarak 5km dari Desa Nusawungu. Selain itu ada juga pengrajin yang memasarkan sesuai pesanan 50 – 100 buah perbulan.

Para pembeli adalah pedagang pengepul yang berasal dari Gombong, Ajibarang, Wangon, Purbalingga, Cirebon dan Indramayu, yang kemudian memasarkan kembali ke kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan beberapa kota di luar Jawa. Ada juga pedagang besar yang rutin memesan dalam partai besar seperti dari Semarang dan Ponorogo.

Jumlah pengrajin saat ini lebih dari 50 orang yang kebanyakan berada di Dusun Kemroncong Nusawungu yakni wilayah yang terletak disebelah timur dan utara komplek KUA Nusawungu. Dalam sehari pengrajin minimal mampu membuat 2 buah kepek/orang. Setiap hari pasaran satu pengrajin memasarkan 3 hingga 7 buah dengan omset Rp. 150.000 – 300.000.  Dalam sebulan pengrajin mampu memperoleh penghasilan kotor Rp. 1.200.000 – Rp. 3.000.000.
Kerajinan ini memiliki prospek yang bagus sebagai sumber pendapatan bagi warga Nusawungu yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Boleh dikatakan bagi beberapa pengrajin, kerajinan ini bukan lagi sambilan tapi sudah menjadi sumber penghasilan utama. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi pengrajin seperti modal dan pemasaran serta indikasi persaingan tidak sehat antar pengrajin.  Oleh sebab itu sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah khususnya Pemkab Cilacap dan lembaga terkait serta LSM untuk membantu pengrajin dalam hal modal, pengadaan bahan baku, pemasaran, pelatihan manajemen serta inovasi produk



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
This is the last post.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply